Soroti Proyek Perumda Tirta Bhagasasi Era Usep Rahman Salim mengenai Investasi SPAM FIKTIF FORDA

PAS-S.COM- Kabupaten Bekasi — Aroma dugaan investasi fiktif kembali menyeret nama Perumda Tirta Bhagasasi. Kali ini, proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tarumajaya tahun 2020–2022 dengan kapasitas 150 liter per detik (Lps) dan luas lahan sekitar 5.000 meter persegi dipertanyakan keberadaannya.

Sekretaris Forum Organisasi Daerah (FORDA), Ahmad Syahbana, menilai proyek tersebut penuh kejanggalan dan patut dibuka secara terang benderang kepada publik. Menurutnya, di era kepemimpinan Usep Rahman Salim sebagai Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, proyek investasi pengelolaan air bersih untuk wilayah Tarumajaya justru meninggalkan tanda tanya besar.

 

“Ini bukan sekadar soal proyek mangkrak. Yang jadi persoalan, lokasi pembangunan SPAM Tarumajaya diduga dialihkan, bahkan informasi yang kami dapatkan menyebut lokasi itu ternyata bukan milik PDAM. Sampai hari ini publik tidak pernah benar-benar tahu di mana titik pembangunan sebenarnya,” kata Ahmad Syahbana kepada wartawan.

 

Ia menjelaskan, proyek investasi tersebut seharusnya menjadi solusi kebutuhan air bersih masyarakat Tarumajaya. Namun yang terjadi justru seperti pertunjukan sulap administrasi: anggaran berjalan, proyek dibicarakan, tapi wujud fisiknya bak kabut pagi—dibicarakan ramai, dilihat langsung nihil.

 

“Kalau benar investasi itu ada, tunjukkan lokasinya. Jangan sampai uang rakyat mengalir deras di atas kertas, sementara air bersih yang dijanjikan malah tidak pernah mengalir ke masyarakat,” sindirnya.

FORDA mendesak aparat penegak hukum dan lembaga auditor segera melakukan penelusuran terhadap dokumen investasi SPAM Tarumajaya, termasuk status kepemilikan lahan, proses pengalihan lokasi, hingga aliran anggaran proyek selama tahun 2020–2022.

Ahmad Syahbana juga meminta Perumda Tirta Bhagasasi tidak bungkam terhadap polemik tersebut. Menurutnya, transparansi menjadi kewajiban, bukan pilihan.

 

“Jangan sampai perusahaan daerah yang seharusnya melayani rakyat malah berubah jadi labirin proyek yang jejaknya hilang entah ke mana. Publik berhak tahu apakah proyek ini benar ada atau hanya sebatas cerita manis dalam laporan investasi,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Perumda Tirta Bhagasasi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan investasi fiktif SPAM Tarumajaya tersebut. (*/Rini)

Artikel yang Direkomendasikan

[instagram-feed]