PAS-S.COM- | TAMBUN SELATAN — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Tambun Selatan menggelar aksi damai di depan PT Suzuki Industri Mobil Motor, Tambun 2, Kamis (15/10/2026).
Aksi tersebut bertujuan meminta kejelasan dan realisasi rencana kerja sama pengelolaan limbah scrap yang menurut perwakilan massa telah menjadi persoalan selama kurang lebih empat tahun.
Aksi yang dipimpin perwakilan PAC Pemuda Pancasila Tambun Selatan, Bang Hendrik, tersebut mendorong manajemen perusahaan membuka ruang dialog dan memberikan kepastian terkait peluang kerja sama yang disebut-sebut pernah dijanjikan kepada Karang Taruna dan Pemuda Pancasila.
Massa aksi berharap masyarakat dan organisasi yang berada di sekitar kawasan industri mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi perusahaan, khususnya di bidang pengelolaan limbah scrap, sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
“Kami meminta hak kami untuk bisa bekerja sama dengan PT Suzuki. Kami ini bagian dari lingkungan sekitar perusahaan.
Jangan sampai kami hanya menjadi penonton di wilayah sendiri,” ujar perwakilan massa aksi.
Menurut perwakilan massa, persoalan tersebut membutuhkan kejelasan agar tidak terus berlarut-larut tanpa kepastian.
Karena itu, mereka meminta manajemen perusahaan memberikan penjelasan mengenai status rencana kerja sama, mekanisme yang harus ditempuh, serta kemungkinan tindak lanjut yang dapat disepakati bersama.
Empat Tahun Menunggu Kepastian
Massa menyebut persoalan peluang kerja sama pengelolaan limbah scrap telah berlangsung selama kurang lebih empat tahun.
Namun, status komitmen yang dipersoalkan tersebut masih memerlukan penjelasan dan konfirmasi dari pihak perusahaan.
Dalam konteks hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar, komunikasi yang terbuka dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman serta membangun hubungan yang konstruktif.
Kepastian mengenai prosedur, persyaratan, dan mekanisme kerja sama juga diperlukan agar seluruh pihak memahami posisi masing-masing.
Pengelolaan limbah industri, termasuk scrap, harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku serta prosedur perusahaan.
Oleh sebab itu, setiap rencana kerja sama perlu memiliki kejelasan mekanisme, persyaratan, dan kesepakatan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pemuda Pancasila Tegaskan Aksi Damai
Perwakilan massa menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan secara damai dengan mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian.
Mereka berharap manajemen PT Suzuki memberikan respons konkret sehingga persoalan yang dipertanyakan dapat menemukan titik terang.
Meski demikian, massa menyatakan akan terus menyuarakan tuntutan apabila belum terdapat penyelesaian yang dinilai memberikan kepastian. Langkah lanjutan tersebut, menurut pernyataan perwakilan massa, akan tetap mengedepankan cara-cara damai.
Menunggu Klarifikasi Manajemen PT Suzuki
Hingga berita ini disusun, tanggapan resmi dari manajemen PT Suzuki Industri Mobil Motor terkait tuntutan tersebut belum diperoleh. Belum ada pula keterangan terverifikasi mengenai hasil perundingan, status komitmen kerja sama yang dipersoalkan, maupun langkah penyelesaian yang akan ditempuh perusahaan.
Redaksi VNN.CO.ID membuka ruang bagi pihak manajemen PT Suzuki untuk memberikan klarifikasi mengenai persoalan tersebut, termasuk penjelasan terkait riwayat komunikasi dengan Karang Taruna dan Pemuda Pancasila serta mekanisme kerja sama pengelolaan limbah scrap.
Penyelesaian melalui dialog, transparansi, dan kesepakatan yang jelas diharapkan dapat menjadi jalan keluar bagi semua pihak. Dengan demikian, aspirasi masyarakat dapat ditanggapi secara proporsional, sementara kegiatan usaha perusahaan tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.(*/Edy)

